Scroll untuk baca artikel atau klik (x)
ACEH TAMIANGBlogPemerintah

Petani Milenial Aceh Tamiang Mulai Gunakan Alsintan Rice Transplanter

81
×

Petani Milenial Aceh Tamiang Mulai Gunakan Alsintan Rice Transplanter

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 33;

0:00

Soft News.

ACEH TAMIANGsiaga0724.com:

Dalam mendukung swasembada pangan, peran penyuluh pertanian menjadi ujung tombak terdepan dalam pembangunan pertanian. Salah satunya cara yang mereka gunakan adalah dengan membina para petani muda untuk membangun semangat dan mengembangkan keilmuan mereka untuk meningkatkan hasil pertaniannya. Hal itu dilakukan dalam rangka mewujudkan program nasional dalam bidang ketahanan pangan. Inti pernyataan, Asmawati. SP, penyuluh pertanian Kecamatan Bendahara, saat diwawancarai awak media melalui Whats App, di Kampung (Desa *Red) Marlempang, (22/10/2025)

Riski (27) petani muda yang mendapat binaan dari penyuluh pertanian setempat, menyampaikan perasaannya, “Saya banyak mendapatkan ilmu dan masukan tentang teknologi modern, salah satunya teknik penggunaan mesin tanam jenis Transplanter. Mesin ini bantuan pemerintah melalui Dinas Pertanian, mesin ini akan kami pergunakan semaksimal mungkin oleh anggota kelompok Tani yang tergabung dalam kelompok Tani Jaya Kampung Marlempang,“ sebutnya.

Baca Juga  Pemasangan Umbul-Umbul di Desa Paya Jeget, Sambut HUT RI Ke-80.

Ditambahkannya, selama ini mereka menghadapi kendala, dalam proses pembibitan karena belum terbiasa menggunakan tray/nampan. “Biasanya kami menggunakan sistem pindah tanam. Walaupun demikian, kami akan terus berupaya yang terbaik demi hasil yang maksimal,” paparnya penuh semangat untuk menggunakan Alsintan Rice Transplanter.

Menanggapi ungkapan itu, Asmawati menjelaskan bahwa metode ini sebenarnya motede lama yang terabaikan. Namun seiring berkembangnya teknologi pertanian, dia mencoba membangkitkan semangat petani muda untuk bisa berinovasi dalam bidang pertanian agar lebih maju, sehingga hasil yang diperoleh nantinya akan semakin maksimal.


Liiputan: Kontributor Aceh Tamiang: (AA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *