Scroll untuk baca artikel atau klik (x)
ACEH TAMIANGPemerintahPENDIDIKAN

Praktek Pembibitan, Wujud Lestarikan Alam, Cegah Bencana Banjir

57
×

Praktek Pembibitan, Wujud Lestarikan Alam, Cegah Bencana Banjir

Sebarkan artikel ini

0:00

Soft News.

Aceh Tamiang – siaga0724.com: Memasuki hari ke empat, proses pembelajaran di Sekolah Rakyat yang disponsori oleh PT. Benvors Sarana Utama, para anak murid dilatih melakukan praktek pembibitan pohon atau tanaman sebagai wujud nyata dalam rangka melestarikan alam, mencegah bencana banjir pada masa yang akan datang. Demikian dilaporkan Fahkrul Razi, C.PS, C.TM selaku Guru Pengarah, Selasa (30/12/2025).

PEMBELAJARAN HARI KE EMPAT.

Seperti biasanya, Siti Zakyah Zahiroh, selaku guru tetap mengawali pembelajaran dengan membacakan doa dan surat-surat pendek Al-Qur’an,  para murid dengan penuh antusias dan gembira mengikutinya.

Selanjutnya, materi pembelajaran tentang  sejarah agama Islam yang disampaikan oleh Ust Huslaini S.Sos.I, untuk memupuk rasa cinta para murid terhadap para nabi dan rasul yang menjadi contoh teladan dalam kehidupan sehari-hari. “Dimulai dari membaca surat-surat pendek dalam Alqur’an, dilanjutkan dengan menuliskan nama-nama para nabi dan rasul, diharapkan mereka dapat mengetahui, lalu mencontoh perilaku para nabi dan rasul dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Huslaini.

INTI MATERI.

Setelah mengikuti materi, para murid langsung dibimbing oleh Fahkrul Razi, C.PS, C.TM untuk pelaksanaan praktek kerja lapangan untuk menanam pohon. Dengan memanfaatkan botol bekas minuman mineral,  para murid diajarkan membuat gembor untuk menyiram tanaman. “Ini kerajinan tangan memanfaatkan barang-barang bekas untuk berguna kembali,” sebut Fahkrul.

Baca Juga  PT. Benvors Sarana Utama Sponsori Sekolah Rakyat di Aceh Tamiang

Setelah berada di lapangan, para murid langsung dihadapkan dengan tanah. Mereka secara bergantian mengaduk tanah, mencampur tanah, pasir dan arang sekam yang sebelumnya telah dipersiapkan.

“Untuk membuat pembibitan yang baik agar tumbuh dengan baik pula, kita harus memberikan media tanam yang baik juga. Tanah, pasir dan arang sekam dicampur secara merata dengan perbandingan satu per satu per satu, dengan ukuran yang sama,” jelas Fahkrul kepada para murid.

Suasana ceria penuh kegembiraan para murid saat memasukkan tanah ke dalam polibag yang sebelumnya dipersiapkan oleh murid perempuan, selanjutnya murid laki-laki memasukkan tanah yang telah mereka campur ketiga unsur sebelumnya.

Semakin seru, saat proses menyiram dengan gembor. Selain polibag yang sudah terisi tanah disiram, ternyata banyak juga para murid kena cipratan air dari gembor karya mereka sendiri. Gelak tawa penuh ceria dari mereka meledak. Wajah-wajah ceria para murid menunjukkan kegembiraan.

Para murid dapat mengerjakan semua materi pembibitan dan memahami pentingnya menanam pohon dalam rangka menjaga dan melestarikan alam. Pembelajaran diakhiri dengan mencuci tangan, makan buah duku dan menerima uang jajan untuk setiap murid. “Terima kasih kepada orang baik, PT. Benvors Sarana Utama,” pungkas Fahkrul.


Liputan: (Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *