Straight News:
ACEH TAMIANG – siaga0724.com:
Semangat mengabdi tidak surut meski cuaca panas menyengat di tengah ibadah puasa. Para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kecamatan Bendahara terus bergerak mendampingi petani demi mendorong percepatan Luas Tambah Tanam (LTT), Senin (09/03/2026).

Fokus pendampingan kali ini menyasar Kelompok Tani Muda 2 di Desa Tanjung Binjai, yang merupakan desa binaan penyuluh pertanian, Decky Gusdinata, SP. Tantangan tahun ini tergolong berat; para petani tidak hanya berhadapan dengan cuaca ekstrem, tetapi juga dampak sisa banjir bandang dahsyat yang melanda pada tahun 2025 lalu.
Pasca-banjir tahun lalu, banyak lahan sawah yang kini tertutup material lumpur padat. Kondisi ini membuat proses olah tanah menjadi sangat sulit, bahkan di beberapa titik mustahil dilakukan dengan alat konvensional.
Ketua Kelompok Tani Muda 2 mengungkapkan keluh kesahnya saat ditemui di lapangan.
“Kondisi sawah saat ini sangat memprihatinkan. Tidak semua lahan bisa kami olah tanahnya pasca-banjir karena material lumpur yang mengeras. Kami butuh solusi agar lahan ini bisa produktif kembali,” ujarnya kepada Decky Gusdinata.
Menanggapi kendala tersebut, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bendahara, Butet, bergerak cepat. Pihaknya telah mendata luas lahan yang terdampak dan melaporkan kondisi riil ini secara berjenjang.
“Kami sudah melaporkan kendala teknis di lapangan ini ke dinas terkait dan menyampaikannya ke pemerintah pusat. Kita harus realistis bahwa dampak dari lahan yang tidak bisa diolah ini secara otomatis membuat target LTT kecamatan tidak tercapai maksimal,” jelas Butet.
Liputan:A.Abdi












