Soft News.
Jakarta – siaga0724.com: Relis yang diterima media ini dari Reporter :Tim Red/jk45, disebutkan bahwa Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian diplomasi internasionalnya ke Prancis setelah sebelumnya menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Rusia. Dalam agenda strategis tersebut, Presiden bertemu langsung dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee. (14/4/2026)
Pertemuan tingkat tinggi ini bukan sekadar seremoni diplomatik. Kedua kepala negara secara terbuka membahas penguatan kerja sama lintas sektor yang dinilai krusial di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Fokus utama pembicaraan mencakup pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista), penguatan industri pertahanan, transisi energi, hingga pengembangan energi baru terbarukan. Selain itu, sektor infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan ekonomi kreatif turut menjadi agenda prioritas yang dibahas secara mendalam.
Langkah ini mempertegas arah kebijakan luar negeri Indonesia yang semakin agresif membangun kemitraan strategis di kawasan Eropa. Prancis diposisikan sebagai mitra kunci, bukan hanya dalam aspek militer, tetapi juga dalam transformasi ekonomi dan energi nasional.
Kerja sama ini diproyeksikan membuka peluang investasi baru serta transfer teknologi yang selama ini menjadi titik lemah dalam pembangunan industri dalam negeri. Namun, pengamat menilai pemerintah harus transparan agar kerja sama alutsista tidak berujung pada ketergantungan jangka panjang.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa hubungan Indonesia–Prancis harus menghasilkan kerja sama konkret.
“Kemitraan ini harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, terutama dalam penguatan pertahanan dan kemandirian energi nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Presiden Emmanuel Macron menyambut komitmen tersebut dengan optimisme tinggi.
“Prancis melihat Indonesia sebagai mitra strategis di Indo-Pasifik. Kami siap memperluas kolaborasi di berbagai sektor penting,” ujar Macron.
Liputan: (Redaksi)












