Scroll untuk baca artikel atau klik (x)
Pemerintah

200 Unit Huntap dari Yayasan Buddha Tzu Chi, Bantu Pemkab Aceh Tamiang dalam Percepatan Pemulihan Pasca Bencana

10
×

200 Unit Huntap dari Yayasan Buddha Tzu Chi, Bantu Pemkab Aceh Tamiang dalam Percepatan Pemulihan Pasca Bencana

Sebarkan artikel ini

0:00

Aceh Tamiang – siaga0724.com: Berdasarkan informasi yang diterima melalui jalur website https://prokopim.acehtamiangkab.go.id/ disebutkan bahwa, Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH menghadiri kegiatan verifikasi dan Pengundian tahap I 200 unit Huntap Tanjung Seumantoh bagi warga terdampak bencana banjir bandang. Kegiatan berlangsung di Aula Setdakab, Minggu (03/05/26).

Bupati Armia sangat mengapresiasi Pimpinan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia beserta segenap jajarannya atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Aceh Tamiang. Dikatakannya, bantuan yang diberikan merupakan bukti nyata bahwa kepedulian tidak mengenal perbedaan agama , suku dan golongan, walaupun berbeda keyakinan, akan tetapi satu dalam kemanusiaan.

“Kita harus bersyukur, pembangunan Huntap ini hasil kolaborasi antar Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dengan berbagai pihak termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi untuk membantu percepatan pemulihan pascabencana serta mengejar target hunian yang mencapai ribuan unit untuk masyarakat yang terdampak”, ucap Armia.

Baca Juga  Pj. Sekda Buka Rapat Koordinasi Tim Survey

Bupati Armia menekankan pentingnya transparansi dalam proses pengundian Huntap. Hal itu dilakukan agar masyarakat segera mendapatkan kepastian tempat tinggal yang layak serta tidak adanya anggapan bahwa pemberian Huntap itu dilakukan secara nepotisme.

“Pengundian nomor rumah dilakukan secara terbuka agar adil, tidak ada titipan, dan tidak ada pilih kasih. Semua calon penerima memiliki hak yang sama. Siapapun yang dapat nomor berapa, itulah rezekinya. Mari kita terima dengan lapang dada”, ungkapnya sebelum seremonial pengundian.

Bupati Armia berpesan kepada penerima manfaat untuk menjaga dan merawat rumah yang diberikan dengan baik. Tak lupa ia mengingatkan untuk menjaga kerukunan dalam bertetangga.

“Saya berharap kiranya hunian tetap ini dapat memberi rasa aman dan kenyamanan bagi keluarga Bapak/Ibu, terutama dalam menjalankan ibadah dan rutinitas sehari-hari”, tutupnya mengakhiri sambutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *