Straight News
Aceh Tamiang – siaga0724. com: Karena mobil dalam kondisi rusak akibat banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, terpaksa diparkir di Taman Sari Rumah Sakit Umum Daerah Muda Sedia, Kabupaten Aceh Tamiang, mantan Datok Penghulu (Kepala Desa *Red) Kesehatan, Syariful Alam berkonflik dengan Anggota DPRK Fraksi PKS, Muazzin, Minggu (15/03/2026).
Muazzin tidak senang dengan kata-kata, sikap, dan tindakan mantan Datok Penghulu tersebut, dan dia berencana untuk melaporkan insiden itu kepada pihak berwenang (Polisi) di Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang.
“Karena saya mengalami sakit kepala, kemudian dia menyebutkan anggota dewan miskin, dewan anak-anak, dewan tidak ada modal, entah apa-apa dia sebutkan berkali-kali kepada saya. Saya sudah berusaha untuk tetap tenang dan tidak terpancing. Ternyata, dia tidak tahan lagi, lalu dia, menonjolkan dadanya kepada saya. Akhirnya, dia menanduk kepalanya ke kepala saya,” jelas Muazzin.
Akibatnya, kepala anggota DPRK itu sakit dan membiru. Kemudian dia pergi ke Kapolsek Karang Baru untuk melapor atas perlakuan tidak menyenangkan yang diterimanya tersebut. Ternyata, mantan Datok Penghulu Kesehatan itu terus mengikutinya. Sesampainya di sana masih terjadi perdebatan dan kata-kata menghina dengan sebutan miskin, anak-anak, dan penghinaan lainnya bahkan diajak berkelahi.
“Buka baju jubah kau itu, main kita di sini,” tiru Muazzin atas pernyataan Syariful Alam sang mantan Datok Penghulu Kesehatan.
Kepada penegak hukum, Muazzin meminta agar diteruskan ke proses hukum, “Saya sudah dipukulnya, sekarang saya sudah dirugikan, tidak mungkin saya harus memukulnya, nanti jadinya saling dendam. berdamai. Jadi, sekarang saya tidak mau tahu. Tolong diproses sesuai hukum. Tidak mau dibawa uang 500 juta ke rumah saya, saya bukan orang yang tidak punya uang, saya ada uang, ini harus dilanjutkan,” tegasnya kepada anggota Polsek Karang Baru yang ditemuinya.
Konfirmasi Mantan Datok Penghulu Kesehatan
Senin, (16/03/2026) awak media bertemu Syariful Alam, mantan Datok Penghulu Kesehatan di Taman Sari depan RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang. Di depan awak media dia membantah bahwa dia memukul atau menanduk kepalanya kepada Muazzin.
Sementara itu, kronologi penyebab cekcok, Syariful Alam mengakui karena mobil Anggota DPRK Aceh Tamiang, Muazzin terparkir di Taman Sari RSUD Muda Setia.
“Kami ingin membersihkan area parkir taman ini, tempat ini akan dipakai untuk pelaksanaan shalat idul fitri. tidak bisa dilakukan karena mobil tidak dipindahkan. Sudah diberitahukan dari kemarin-kemarin, namun tidak juga dipindahkan. Warga banyak yang resah dan tidak suka,” jelasnya.
Terjadilah cekcok mulut antara dia dan Muazzin, di depan Masjid di area Taman Sari RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang. Awalnya Muazzin bersama beberapa orang lainnya berdiri di depan masjid.
Alur cerita disampaikan ke awak media, “Dia (Muazzin) bersama beberapa orang berdiri di depan masjid, saya lewat, lalu Muazzin memanggil saya, saya balik dan menemuinya. Setelah menanyakan kabar dan saya menjawab kabar baik. Terjadilah cekcok mulut tentang masalah mobilnya yang masih terparkir di parkiran taman. Sementara kami ingin membersihkan untuk kegiatan shalat id. Banyak masyarakat yang resah karena mobil ini, mereka terhalang untuk bersih-bersih area itu untuk kegiatan shalat id nanti. Seperti biasanya tempat ini digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat di Kampung Kesehatan,” terang Syariful Alam.
Ditambahkannya, “Apalagi Idul Fitri sudah dekat, ini lokasi yang akan digunakan untuk shalat Id. Sudah diberitahu dari kemarin-kemarin melalui teman dia, jawaban yang diterima adalah iya, hanya besok ke besok,” ceritanya.
“Terjadi perdebatan di antara kami, saya tidak menanduk dia, tidak ada,” sanggah mantan Datok Penghulu tersebut.
Setelah berdebat panjang, Muazzin perlu ke Polsek, “Saya mengikutinya, jika dia ingin membuat laporan saya juga mau membuat laporan. Sampai di sana terjadi keributan lagi,” terangnya.
Menurut keterangan yang diperoleh di Polsek Karang Baru, Polsek sudah pindah di depan Bank Aceh, dia mengikuti arah Muazzin, sampai di Polsek tidak ada orang (Polisi tidak ada dan Muazzin juga tidak ada), lalu dia pergi ke Polres Aceh Tamiang juga tidak ada orang di sana. “Maksud saya, jika dia buat laporan, saya juga akan buat laporan, jangan hanya dia yang bisa buat laporan, saya juga bisa,” jelas Syariful Alam.
Menurut Syariful Alam, “Seharusnya dia datang dengan baik menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa memindahkan mobilnya di taman itu. Tapi, malah dia menggas,” tuturnya, menjelaskan bahwa dia merasa tidak dihargai dan dihormati sebagai mantan Datok Penghulu Kesehatan dan sebagai orang tua di Kampung Kesehatan.
Intinya, masyarakat khawatir atas mobilnya yang tidak dipindahkan. Terkait dengan membenturkan kepalanya, dia secara tegas menyebutkan “Tidak ada, sentuhan fisik,” tegasnya.
Mengenai ucapan menghina dengan sebutan “Anggota Dewan Miskin” diakuinya, “Kalau itu ada, memang. Karena isu di masyarakat mengatakan bahwa mobil yang ada di taman itu, mungkin tidak ada modal, tidak ada uang, kalau ada uang pasti sudah dipindahkan,” “Sekali saja saya ucapkan tidak berulang kali,” terangnya.
Dia berharap masalah ini bisa diselesaikan dengan Restorative Justice yaitu dengan cara berdiskusi dan berdamai. “Jangan masalah kecil seperti ini sampai ke proses hukum, malulah, kita harus memberi contoh yang baik, tapi itu hak dia,” harapnya.
Berita ini bisa dilanjutkan pada tahap berikutnya dengan proses hukum yang diketahui telah ada laporan kepada pihak Kepolisian berdasarkan telepon yang diterima Syaiful Alam yang disebutkannya dari Kanit.
Liputan: (Redaksi)












