Straight News.
Aceh Tamiang – siaga0724.com: Berdasarkan informasi yang diterima oleh Redaksi media ini, pada jalur jaringan resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. https://prokopim.acehtamiangkab.go.id/ dalam laman tersebut dikabarkan Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, menerima audiensi sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan relawan kebencanaan di ruangan sekda, Kamis (29/1/26).
Dalam sambutannya, Bupati Armia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan serta elemen masyarakat yang telah berkontribusi sejak hari pertama bencana terjadi.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan dan elemen masyarakat yang telah bekerja tanpa lelah sejak hari pertama bencana. Pemulihan Aceh Tamiang hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, relawan dan pemuda,” ujar Bupati.
Bupati Armia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah mengamankan komitmen bantuan rekonstruksi dalam skala besar. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan masyarakat terdampak segera memperoleh hunian yang layak sebagai bagian dari pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga.
“Pemerintah daerah telah memetakan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, sektor swasta dan relawan. Kita akan membangun ribuan Hunian Sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, sekaligus terus mendorong pembangunan Hunian Tetap,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati Armia memaparkan bahwa pemerintah daerah saat ini memfokuskan bantuan pada sektor perumahan melalui pemberian stimulan bagi rumah rusak berat serta pembangunan unit Hunian Sementara dan Hunian Tetap. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan cadangan beras pemerintah bagi seluruh kepala keluarga terdampak, menyediakan layanan kesehatan gratis secara berkelanjutan serta bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa dan mengalokasikan dana darurat untuk perbaikan infrastruktur desa, termasuk jembatan dan akses jalan produksi pertanian yang terdampak bencana.
Dalam pertemuan tersebut, Koordinator Relawan, Helmi, menyampaikan aspirasi pemuda dan relawan yang merupakan hasil kajian lapangan terkait kondisi masyarakat terdampak. Aspirasi tersebut mencakup percepatan rehabilitasi sekolah dan fasilitas umum, pengendalian tarif penyeberangan getek pada titik jalan terputus yang dinilai memberatkan warga, serta percepatan proses verifikasi faktual bantuan rumah dan modal UMKM agar dana dari pemerintah pusat dapat segera dicairkan.
“Kami merangkum sejumlah poin urgensi berdasarkan kondisi riil di lapangan. Harapan kami, percepatan rehabilitasi fasilitas umum, pengendalian tarif penyeberangan, serta percepatan verifikasi bantuan dapat segera ditindaklanjuti agar beban masyarakat tidak semakin berat,” ungkap Helmi.
Selain itu, relawan juga mendorong optimalisasi program dengan melibatkan tenaga kerja lokal terdampak bencana, pendampingan UMKM melalui gerakan solidaritas antar pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri, penyederhanaan prosedur birokrasi bantuan, pemberian beasiswa pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga korban banjir, serta pengembangan layanan digital “Lapor Bupati Armia” sebagai sarana transparansi dan pelaporan bantuan secara langsung.
“Pemuda siap dilibatkan secara aktif, sehingga pemulihan dapat berjalan terbuka, tepat sasaran dan berkelanjutan,” tambah Helmi.
Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan para relawan untuk menjadikan Aceh Tamiang sebagai model pemulihan bencana yang transparan, inklusif dan akuntabel, dengan melibatkan peran aktif pemuda dalam pengawasan dan pengelolaan program pemulihan pascabencana.
Liputan : (Redaksi)










