Straight News:
ACEH TENGAH- siaga0724.com:
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah Melalui Kabid nya memanggil pihak sekolah SMP 17 Takengon atas piralnya di medsos tentang dugaan pungli di SMP 17 Takengon, Selasa (20/01/2026).

Pada Senin 19 Januari 2026 sempat piral di medsos tentang dugaan pungli di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) 17 Takengon tentang dugaan pungli dengan modus penebusan ijazah harus membayar dengan jumlah Rp.100.000.
Salah satu orang tua murid bernama Alam pada Senin 19 Januari 2026 sekitar pukul 10.30.WIB mendatangi SMP 17 Takengon guna mengambil ijazah anaknya.
Sesampainya disekolah, orang tua murid langsung menemui salah satu guru pengajar di SMP 17 Takengon yang berinisial ,M, yang menangani tentang ijazah.
Karena orang tua murid tidak ada membawa uang, akhirnya ijazah asli di tahan oleh guru tersebut, akhirnya orang tua murid pulang hanya membawa foto copy ijazah tersebut, dan akhirnya piral di medsos.
Pada Selasa 20 Januari 2026 pukul 10.45.WIB Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah melalui Kabid nya Nikmatul Zannah, M.Pd, M.M, langsung memanggil kepala sekolah dan guru yang berinisial, M, serta orang tua murid bersama seorang Pers.
Dari hasil pemeriksaan Kabid tersebut, bahwa guru tersebut di SMP 17 Takengon meminta uang Rp.100.000 dan ada Rp.50.000 untuk nantinya di serahkan kepada murid yang kurang mampu, dan murid yang terkena bencana banjir dan tanah longsor pada 26 Nopember 2025 lalu.
“Nikmatul Zannah, menuturkan, Kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah telah memanggil kepsek dan guru 17 Takengon, dan kami sudah memeriksa serta memberi surat peringatan, jangan pernah ada pungli di sekolah, jika ada pungli disekolah dan terbukti, maka kami akan memberikan sangsi dan pemutasian terhadap pelaku, sesuai peraturan perundang-undangan pemerintah dan Permendikbud,” ujar Kabid Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah.
Askari, S.Pd, selaku kepala sekolah SMP 17 Takengon meminta maaf atas kejadian ini, dan ini merupakan salah komunikasi aja, dan saya selaku kepala sekolah meminta maaf atas kejadian ini.
“Kami meminta maaf atas kejadian ini, dan suatu peringatan buat kami, dan kedepannya semoga tidak terjadi lagi,” tutur Kepsek.
Dengan kejadian ini, diharapkan kepada seluruh sekolah khususnya Kabupaten Aceh Tengah agar menghindari pungli di sekolah, dan dapat memberikan contoh terbaik kepada anak didik disetiap sekolah.
Liputan:(Alamsyah)












