Straight News:
ACEH TENGAH- siaga0724.com:
Hingga kini masih ada beberapa Kampung yang terisolasi akibat bencana banjir dan tanah longsor pada 26 Nopember 2026 lalu, diantaranya Kampung (Desa *Red) Umang, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Hampir dua bulan berlalu, belum ada perbaikan akses jalan menuju kampung itu, jalur yang tersedia hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, itupun dengan tingkat risiko yang tinggi, Rabu (14/01/2026).
Relawan Dor Pas, Teuku Aga menyampaikan bahwa kondisi Kampung Umang seolah luput dari perhatian pascabencana.
“Umang masih ada, warganya masih bertahan, tetapi kondisinya tidak pernah benar-benar terexspose,” ujar Teuku Aga, Senin malam.
Di kawasan Kampung Umang terdapat dua dusun terdampak, yakni Umang Paloh dengan 25 kepala keluarga (KK) dan Umang Bur sebanyak 13 KK, sebagian besar warga masih bertahan di kampung karena keterbatasan akses dan kondisi fisik, terutama para lanjut usia.
Menurut Teuku Aga, terdapat warga lansia yang tidak sanggup berjalan kaki menuju posko pengungsian yang berada di kawasan Simpang Gelampang, jarak yang cukup jauh, medan jalan rusak, serta kondisi kesehatan membuat mereka terpaksa bertahan di rumah masing-masing dengan fasilitas seadanya.
“Simpang masuk jalan ke Kampung Umang sampai hari ini belum tersentuh perbaikan, warga yang ingin keluar Kampung harus melewati jalur rusak dan licin, terutama saat hujan,” jelasnya.
Kondisi ini diperparah dengan minimnya pemberitaan dan perhatian publik terhadap Kampung Umang Isaq, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang tersebut, padahal, banjir tidak hanya merusak akses jalan, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait dapat segera turun langsung untuk melihat kondisi reil di lapangan, perbaikan akses jalan dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar distribusi bantuan, layanan kesehatan, serta aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.
“Selama jalan belum diperbaiki, Kampung Umang akan terus terisolasi, yang kami minta bukan kemewahan, tapi akses agar warga, terutama orang tua, bisa bertahan hidup dengan layak,” tutup Teuku Aga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait rencana perbaikan akses menuju Kampung Umang pascabanjir bandang tersebut.
Liputan:(Alamsyah)












