Scroll untuk baca artikel atau klik (x)
ACEH TAMIANGBeritaPemerintah

Lumpuh Pasca Banjir, 11 Kantor BPP di Aceh Tamiang Rusak Berat: Pelayanan Petani Terhambat

77
×

Lumpuh Pasca Banjir, 11 Kantor BPP di Aceh Tamiang Rusak Berat: Pelayanan Petani Terhambat

Sebarkan artikel ini

0:00

Straight News:

ACEH TAMIANG –siaga0724.com:

Sebanyak 11 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kabupaten Aceh Tamiang dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat terjangan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu. Kondisi ini menyebabkan aktivitas pelayanan terhadap masyarakat, khususnya para petani, menjadi lumpuh total.

Berdasarkan data yang dihimpun, tingkat kerusakan di 11 titik BPP tersebut bervariasi namun mayoritas masuk dalam kategori parah. Tercatat sebanyak 8 kantor BPP mengalami rusak berat, 1 rusak sedang, 1 rusak ringan, sementara 1 kantor dilaporkan ambruk rata dengan tanah.

Kerusakan paling menonjol terlihat di BPP Kecamatan Bendahara. Banjir tidak hanya merusak struktur bangunan, tetapi juga menyapu bersih fasilitas pendukung di dalamnya. Seluruh furnitur kantor seperti meja, kursi, dan lemari arsip dilaporkan hancur dan tidak dapat digunakan lagi.

Selain itu, perangkat elektronik yang menjadi tulang punggung administrasi dan data pertanian juga mengalami kerusakan permanen akibat terendam air dan lumpur. Hal ini menyebabkan para penyuluh kehilangan sarana utama dalam menjalankan tugas lapangan maupun pelaporan.

Baca Juga  Kolaborasi PT. Bayer Indonesia dan Penyuluh Dukung Ketahanan Pangan

Harapan terhadap Pemerintah Pusat dan Daerah

Koordinator BPP beserta para penyuluh menyatakan bahwa hambatan fasilitas ini sangat berdampak pada pembinaan petani di lapangan. Mengingat peran vital BPP sebagai garda terdepan pembangunan pertanian, pemulihan fasilitas menjadi hal yang sangat mendesak.

“Kami sangat berharap pemerintah, baik tingkat kabupaten maupun pusat, dapat bergerak lebih cepat untuk melakukan perbaikan fasilitas pelayanan ini. Tanpa sarana yang memadai, pendampingan terhadap petani di Aceh Tamiang akan terus terkendala,” ujar salah satu perwakilan penyuluh di lokasi.

Saat ini, para petugas di lapangan berupaya melakukan pembersihan sisa-sisa material banjir secara mandiri sembari menunggu langkah nyata dari pihak terkait untuk rehabilitasi gedung dan pengadaan kembali alat-alat kerja yang hilang.


Liputan Kontributor Aceh Tamiang (AA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *