Scroll untuk baca artikel atau klik (x)
ACEH TAMIANGBeritaPemerintah

Pantang Surut di Bulan Suci Ramadhan, PPL BPP Bendahara Intensifkan Pendampingan Petani. 

12
×

Pantang Surut di Bulan Suci Ramadhan, PPL BPP Bendahara Intensifkan Pendampingan Petani. 

Sebarkan artikel ini

0:00

Straight News:

ACEH TAMIANG– siaga0724.com:

Memasuki bulan suci Ramadhan tidak menyurutkan semangat para abdi tani di Kabupaten Aceh Tamiang. Hal ini dibuktikan oleh jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bendahara yang tetap aktif turun ke sawah demi memastikan produktivitas petani tetap terjaga.Rabu (25/02/2026),

kegiatan Anjang Karya digelar di salah satu kelompok tani Desa Seuneubok Aceh. Decky Gusdinata, S.P., selaku PPL pendamping desa tersebut, tampak antusias memfasilitasi dialog antara petani dan jajaran koordinator penyuluh.

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan rutin. Decky didampingi langsung oleh Koordinator Penyuluh (Korluh) BPP Bendahara serta Koordinator Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kabupaten Aceh Tamiang.

“Saya sangat berterima kasih kepada Korluh BPP dan Koordinator POPT yang telah bersedia memonitoring langsung wilayah kerja saya. Kehadiran tim kabupaten sangat memotivasi kami dan para petani di lapangan,” ujar Decky.

Koordinator BPP Bendahara, Butet,SP menjelaskan bahwa monitoring langsung di bulan Ramadhan ini merupakan bentuk evaluasi kinerja PPL. Tujuannya agar setiap penyuluh tetap teguh menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) meski sedang menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga  Heboh! Mantan Bupati Aceh Tamiang Mursil Hadiri Pesta, Mengapa Belum Ditahan?

“Kami ingin memastikan PPL tetap semangat dan menjalankan perannya sebagai jembatan informasi bagi petani. Evaluasi ini penting agar pelayanan di lapangan tetap prima sebagaimana mestinya,” ungkap Butet.

Di sisi lain, Nurlaili,S.Si Koordinator POPT Kabupaten Aceh Tamiang memberikan penekanan khusus terkait perlindungan tanaman. Mengingat perubahan cuaca yang dinamis, koordinasi cepat menjadi kunci utama.

Penyuluh diminta segera melaporkan temuan hama atau penyakit.

Laporan yang cepat memungkinkan tim kabupaten mengambil langkah teknis sebelum serangan meluas.

Harapannya, permasalahan lapangan tidak menjadi kendala serius yang merugikan ekonomi petani.

Kegiatan Anjang Karya ini ditutup dengan diskusi interaktif bersama anggota kelompok tani, memperkuat komitmen bersama bahwa keterbatasan fisik saat berpuasa bukan penghalang untuk meraih panen yang melimpah.


Liputan:ArmanAbdi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *