Straight News:
ACEH TAMIANG – siaga0724.com:
Sektor pertanian di Desa Marlempang, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang lumpuh total. Ratusan hektar tanaman padi milik warga dinyatakan gagal panen (puso) pasca musibah banjir besar yang menerjang wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.
Hingga akhir Desember ini, kondisi persawahan masih memprihatinkan. Areal sawah warga tertutup endapan lumpur padat, sementara saluran irigasi yang menjadi urat nadi pengairan tersumbat material tanah akibat luapan air sungai bulan lalu.

Rizki (30), salah seorang petani setempat, mengungkapkan bahwa para petani kini berada dalam titik terendah secara ekonomi. Modal yang telah dikeluarkan habis tak bersisa ditelan banjir, sementara lahan mereka belum bisa digarap kembali.
”Kami sangat membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah. Harapan kami, ada kebijakan yang bisa mendongkrak kembali perekonomian petani hingga normal. Saat ini kondisi lapangan sangat berat karena lumpur yang tebal,” ujar Rizki saat ditemui di lokasi persawahan.
Ribuan Hektar Terdampak di Kecamatan Bendahara
Skala kerusakan ternyata jauh lebih luas. Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bendahara, Butet,SP mengonfirmasi bahwa ribuan hektar sawah di wilayah kerjanya mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
”Untuk Kecamatan Bendahara, tercatat ribuan hektar sawah mengalami rusak ringan, sedang, hingga berat. Bahkan, banyak lahan yang sebenarnya sudah memasuki masa panen namun akhirnya gagal total karena terendam banjir November lalu,” jelas Butet.
Pihak BPP Kecamatan Bendahara memastikan tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Saat ini, tim penyuluh lapangan terus bergerak melakukan pendataan mendalam terkait kerugian yang dialami masyarakat.
”Langkah kami saat ini adalah fokus pada upaya pemulihan lahan. Semua data kerusakan telah kami rekap dan dikirimkan ke dinas terkait agar segera ada tindak lanjut, baik berupa bantuan benih, perbaikan irigasi, maupun stimulus ekonomi lainnya bagi petani,” pungkasnya.
Warga berharap proses birokrasi di tingkat kabupaten maupun provinsi dapat berjalan cepat, mengingat sektor pertanian merupakan sumber mata pencaharian utama masyarakat di Kecamatan Bendahara.
Liputan Kontributor Aceh Tamiang: Arman












