Scroll untuk baca artikel atau klik (x)
ACEH TAMIANGBerita

Kekeringan Melanda Sawah Desa Marlempang, Petani Khawatir Musim Tanam Terlambat

11
×

Kekeringan Melanda Sawah Desa Marlempang, Petani Khawatir Musim Tanam Terlambat

Sebarkan artikel ini
0-4024x1784-2-0-{}-0-24#

0:00

Straight News:

ACEH TAMIANGsiaga0724.com:

Kondisi lahan persawahan di Desa Marlempang, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang mulai mengalami kekeringan. Hamparan sawah yang seharusnya mulai dipersiapkan untuk musim tanam terlihat kesulitan mendapatkan pasokan air, sehingga petani mengkhawatirkan jadwal tanam akan mundur. Marlempang 27/06/2026.

Sejumlah petani berharap adanya perhatian pemerintah untuk menyediakan fasilitas sumur bor di beberapa titik sebagai solusi pengairan, terutama saat kondisi cuaca tidak mendukung dan sumber air permukaan mulai berkurang.

Salah seorang petani Desa Marlempang, Rizki, menyampaikan bahwa kekeringan yang terjadi saat ini cukup berdampak terhadap persiapan tanam. Menurutnya, petani membutuhkan ketersediaan air agar proses pengolahan lahan dan penanaman padi dapat berjalan sesuai jadwal.

“Saat ini kami sudah memasuki persiapan musim tanam, tapi kondisi sawah kering seperti ini membuat petani kesulitan. Kalau air tidak tersedia, tentu tanam bisa terlambat,” ujar Rizki.

Baca Juga  Bupati Aceh Tamiang Hadiri Buka Puasa Bersama Satgas TNI, Perkuat Sinergi Pasca Banjir

Ia berharap adanya pembangunan sumur bor di beberapa lokasi yang dianggap strategis agar dapat membantu petani mendapatkan sumber air alternatif.

“Kami berharap ada bantuan sumur bor, karena ini sangat dibutuhkan petani. Kalau ada sumber air, kami bisa lebih cepat melakukan tanam dan tidak terlalu bergantung pada musim hujan,” tambahnya.

Kekeringan lahan persawahan ini menjadi perhatian petani karena keterlambatan tanam dapat berpengaruh terhadap produksi padi dan pendapatan masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian.

Petani berharap pihak terkait dapat segera mengambil langkah agar kebutuhan pengairan sawah di Desa Marlempang dapat terpenuhi, sehingga program peningkatan produksi pangan tetap berjalan.


Liputan:Kontributor Aceh Tamiang (AA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *