Scroll untuk baca artikel atau klik (x)
ACEH TAMIANGBeritaPertamina

Kelangkaan BBM Hambat Aktivitas Petani di Marlempang, Pengairan Sawah Terancam Terganggu

29
×

Kelangkaan BBM Hambat Aktivitas Petani di Marlempang, Pengairan Sawah Terancam Terganggu

Sebarkan artikel ini
0-1784x4024-2-0-{}-0-24#

0:00

Soft News:

ACEH TAMIANG- siaga0724.com :

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Tamiang mulai berdampak langsung terhadap aktivitas para petani, khususnya di Kampung (Desa*Red) Marlempang, Kecamatan Bendahara.11/07/2026

Di tengah dimulainya musim pengairan sawah, para petani mengaku kesulitan memperoleh BBM untuk mengoperasikan mesin pompa air yang menjadi andalan dalam mengairi lahan pertanian. Kondisi ini dikhawatirkan dapat menghambat proses tanam dan berpotensi menurunkan produktivitas pertanian apabila tidak segera diatasi.

Salah seorang petani, Herman (43), mengungkapkan bahwa kelangkaan Pertalite sangat dirasakan oleh para petani.

“Saat ini kami sedang mengisi air ke sawah menggunakan mesin pompa yang membutuhkan Pertalite. Namun karena BBM sulit didapat di SPBU, pekerjaan kami menjadi terhambat. Kami berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengatasi persoalan ini agar petani tidak semakin dirugikan,” ujar Herman.

Baca Juga  Menpan RB RI Resmikan Mal Pelayanan Publik Aceh Tamiang

Menurut para petani, pompa air merupakan kebutuhan utama, terutama saat curah hujan tidak mencukupi. Tanpa pasokan BBM yang memadai, pengairan sawah menjadi terganggu sehingga dikhawatirkan berdampak pada jadwal tanam dan hasil panen.

Kelangkaan BBM di Aceh Tamiang juga telah dikeluhkan masyarakat dalam beberapa hari terakhir, dengan antrean panjang di sejumlah SPBU dan warga mengaku kesulitan memperoleh Pertalite.

Para petani berharap pemerintah daerah, Pertamina, dan instansi terkait segera mengambil langkah cepat untuk memastikan distribusi BBM kembali normal, sehingga kebutuhan petani dapat terpenuhi dan aktivitas pertanian tidak terganggu.

“Jika BBM terus langka, bukan hanya petani yang merasakan dampaknya, tetapi juga ketahanan pangan daerah yang dapat terancam,” tutup Herman.


Liputan:AA (Kontributor Aceh Tamiang)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *